Tema : “Betang Huma Itah”.
Sub Tema :
- Bersatu dalam keberagaman dengan spirit kearifan lokal,dalam bingkai NKRI menuju Kalteng Berkah,Maju dan Sejahtera.
- Amun dia itah eweh hindai, amun dia wayah tuh pea hindai, ela laya menuju Indonesia emas 2045.
Logo :

Untuk mengunduh Logo silahkan klik tautan https://s.id/LogoHariJadiKaltengKe69
Sumber (Diskominfosantik Prov. Kalimantan Tengah)
FILOSOFI LOGO HARI JADI KE-69 KALIMANTAN TENGAH
Logo Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah adalah lambang ruh Bumi Tambun Bungai, tempat leluhur menitipkan warisan nilai, alam menitipkan kehidupan, dan generasi hari ini menerima amanah untuk menjaganya. Setiap garis, warna, dan simbol dalam logo ini bukan sekadar hiasan, melainkan pesan adat, napas kebersamaan, serta tekad untuk terus melangkah dalam semangat (Belom Bahadat) hidup beradat, hidup bermartabat.
1.Angka 69 : Putaran Waktu dan Titah Leluhur
Angka 69 melambangkan perjalanan usia Kalimantan Tengah yang terus berputar seperti aliran sungai-sungai besar di tanah ini. Ia menjadi tanda bahwa kehidupan selalu bergerak antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bentuk yang saling bertaut mengandung makna keseimbangan antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, serta manusia dengan Sang Pencipta. Dalam adat Dayak, keseimbangan adalah jalan hidup, sebab ketika keseimbangan terjaga, maka kedamaian akan hadir.
2.Merah Putih : Kehormatan di Atas Segalanya
Bendera Merah Putih yang berada di puncak logo adalah penegasan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah berdiri teguh dalam rumah besar Indonesia. Merah melambangkan keberanian para pejuang dan keteguhan hati masyarakat pedalaman maupun pesisir. Putih melambangkan hati yang bersih, niat yang lurus, serta kejujuran dalam memimpin dan mengabdi.
3.Huma Betang : Falsafah Hidup Orang Dayak
Rumah Betang adalah jiwa Kalimantan Tengah. Di dalam satu rumah panjang, banyak keluarga hidup bersama dengan adat saling menghormati. Di sanalah diajarkan bahwa perbedaan bukan alasan berpecah, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi. Huma Betang adalah lambang persaudaraan, gotong royong, musyawarah, dan hidup rukun. Dari sanalah lahir semangat bahwa Kalteng dibangun bukan oleh satu golongan, tetapi oleh semua anak daerah.
4.Menara Talawang : Penjaga Marwah dan Arah Perjalanan
Talawang adalah perisai dalam budaya Dayak, lambang perlindungan, kehormatan, dan keberanian. Menara Talawang dalam logo menjadi simbol bahwa Kalimantan Tengah harus berdiri kokoh menjaga marwah daerah, melindungi rakyatnya, serta menjadi penunjuk arah menuju kemajuan. Menjulangnya menara melambangkan cita-cita tinggi, bahwa anak-anak Kalimantan Tengah harus mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju tanpa kehilangan akar budayanya.
5.Burung Tingang : Martabat, Kebijaksanaan, dan Doa Langit
Burung Tingang adalah lambang suci masyarakat Dayak. Ia dipercaya membawa pesan keluhuran budi, kesetiaan, dan kebijaksanaan. Terbangnya tinggi bukan sekadar menjulang ke angkasa, tetapi mengajarkan manusia untuk melihat luas, berpikir jauh, dan bertindak arif. Sayapnya yang terbentang melambangkan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, dari hulu sungai hingga hilir.
6.Lima Warna Adat (5 BA) : Jati Diri Bumi Tambun Bungai
Warna-warna khas budaya Kalimantan Tengah menjadi perlambang karakter masyarakatnya:
Merah (Bahandang) : keberanian menjaga harga diri dan tanah leluhur.
Hijau (Bahijau) : kesuburan hutan, sungai, dan kehidupan.
Kuning (Bahenda) : kemuliaan, kejayaan, dan kesejahteraan.
Hitam (Babilem) : kekuatan, keteguhan, dan ketahanan menghadapi ujian.
Putih (Baputi) : kesucian niat, keadilan, dan ketulusan hati.
Untuk mengunduh Logo, Hari Jadi ke 69 Prov. Kalimantan Tengah Klik tautan dibawah ini :
sumber : Diskominfosantik Prov. Kalimantan Tengah