Rapat Koordinasi Dan Fasilitasi Peningkatan Daya Saing Wilayah Tahun 2023

Penulis : Administrator | Di Publish Pada : 2023-09-21 15:09 | Kategori : Hubungan Kerjasama

Rapat Koordinasi Dan Fasilitasi  Peningkatan Daya Saing Wilayah Tahun 2023

"Prospek dan Pengembangan Kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah"

 

Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan 
Provinsi Kalimantan Tengah Prov. Kalteng YUAS ELKO, S.Sos., M.Si mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membacakan sambutan dan membuka Rapat Koordinasi Dan Fasilitasi

Peningkatan Daya Saing Wilayah Tahun 2023, yang diselenggarakan di Best Western Batang Garing Palangka Raya, Rabu 22 September 2023. Tema rakor "Prospek dan Pengembangan Kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah”.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah , Salah satu wujud penyelenggaraan azas dekonsentrasi (pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah) adalah Gubernur diberikan tugas dan wewenang dalam hal pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintahan kabupaten/kota, koordinasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan pembangunan di provinsi dan kabupaten/kota serta koordinasi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota.

Kawasan strategis Nasional atau saya persempit menjadi Kawasan Strategis Provinsi adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, serta pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi.

Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang ditunjuk menjadi lokasi proyek melalui program Food Estate yang dikelola oleh Kementerian Pertanian di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas untuk tanaman padi seluas 165.000 Ha, serta yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan di Kabupaten Gunung Mas untuk tanaman Singkong seluas 60.000 Ha.

Dalam perkembangannya, tidak semua areal yang dipilih sebagai lokasi pembangunan proyek membuahkan hasil sebagaimana yang direncanakan dan diharapkan. Belum ada koordinasi dan laporan kepada Gubernur mengenai progress pengembangan Kawasan “Food Estate Singkong” di Kabupaten Gunung Mas.

Lokasi pengembangan food estate padi di Kabupaten Kapuas juga belum optimal karena masalah sistem tatakelola air, cuaca dan masalah pertanahan. Oleh sebab itu,  mitigasi resiko kegagalan akibat perubahan iklim yang dibarengi dengan optimasi pemanfaatan sumber daya dan diversifikasi produk perlu dilakukan dan mendesak untuk dilaksanakan. Integrated Farming System dalam kerangka food estate barangkali konsep yang perlu diterapkan untuk area yang memang tidak sesuai untuk ditanami padi atau singkong.

Dalam perkembangannya, tidak semua areal yang dipilih sebagai lokasi pembangunan proyek membuahkan hasil sebagaimana yang direncanakan dan diharapkan. Belum ada koordinasi dan laporan kepada Gubernur mengenai progress pengembangan Kawasan “Food Estate Singkong” di Kabupaten Gunung Mas.

Lokasi pengembangan food estate padi di Kabupaten Kapuas juga belum optimal karena masalah sistem tatakelola air, cuaca dan masalah pertanahan. Oleh sebab itu,  mitigasi resiko kegagalan akibat perubahan iklim yang dibarengi dengan optimasi pemanfaatan sumber daya dan diversifikasi produk perlu dilakukan dan mendesak untuk dilaksanakan. Integrated Farming System dalam kerangka food estate barangkali konsep yang perlu diterapkan untuk area yang memang tidak sesuai untuk ditanami padi atau singkong.

Suatu Proyek atau Program tidak selalu dapat kita rasakan hasilnya secara instan. Mungkin indikator outcomes, benefit maupun impact-nya baru dapat dirasakan beberapa tahun kemudian, bahkan melewati periode masa jabatan Kepemimpinan Nasional maupun Kepala Daerah.

Suksesi Kepemimpinan Nasional maupun Suksesi Kepemimpinan di tangkat lokal/daerah bukan berarti Suksesi Program/Kegiatan. Oleh sebab itu, kesinambungan dan keberlanjutan proyek/program perlu mendapat perhatian dan pemikiran yang serius agar anggaran negara maupun anggaran daerah yang sudah terlanjur digelontorkan tidak mubazir tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Peningkatan Daya Saing Wilayah sebagai pelaksanaan Tugas dan Wewenang GWPP yang dibiayai melalui anggaran dekonsentrasi GWPP Tahun Anggaran 2023 ini saya harapkan dapat menghasilkan masukan-masukan dan rekomendasi yang berharga untuk disampaikan oleh Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri terhadap keberlanjutan dan prospek Program Strategis Nasional Food Estate di Kalimantan Tengah.

Turut hadir 14 Kab/kota yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kadis Pertanian yang berkaitan dengan Food Estate, Kabag Pemerintahan serta instansi vertikal yaitu : BPKP Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah. Narasumber berasal dari : Kementerian Pertanian, Bappenas, Dinas TPHP Provisi Kalimantan Tengah, Universitas Negeri Palangka Raya dan dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.(PPID Biro Pem & Otda Kalteng).

 


Hubungi Kami

Sosial Media